TIP SUKSES TRADING
FOREX (online)
Pengertian Trading, berarti perdagangan (jual beli/ tukar menukar) yang
bertujuan utama untuk mendapatkan keuntungan
(profit). Pada dasarnya trading forex sama dengan perdagangan umum yang
lainnya, ada resiko rugi dan juga peluang untung. Hanya saja resiko rugi atau peluang untung
dalam trading forex jauh lebih cepat.
Selain itu di trading forex juga tidak ada kepastian (‘uncertainty’) pergerakan harga : naik (menguat),
turun (melemah) atau sideways. Tapi di
sini yang ada adalah peluang untung
bila bisa menjalankannya atau malah rugi
bila tidak mampu menjalankannya.
Trading Forex
Menurut istilah forex (foreign exchange) adalah tukar menukar mata
uang asing. Tukar menukar mata uang asing (forex) pasti dilakukan oleh dua belah pihak, bisa perseorangan atau
lembaga berbadan hukum . Forex bisa dilakukan dengan 2 cara, yang pertama dengan cara berhadapan-hadapan mata uang
fisik dalam bentuk kertas/logam biasa dilakukan di ‘money changer’ atau
secara non fisik (nilai mata uang di rekening) yang dilakukan di Bank, yang kedua melalui sarana media yang lain biasanya rekening bank dengan cara
transfer (secara non fisik dalam bentuk
nilai mata uang ). Keduanya (2 cara tersebut) dilakukan antara kedua belah pihak dengan sepakat dan
sama-sama rela pada nilai (harga) mata uang yang ditransaksikan
(ditukarkan). Biasanya nilai mata uang disepakati sesuai
dengan harga spot pasar internasional. Dalam trading forex , tukar menukar mata uang dilakukan secara online dengan bank ataupun broker dengan
menggunakan sarana internet (system MetaTrader /MT4).
Perbedaan utama waktu pertukaran (transaksi)
Antara cara yang pertama dan cara
yang kedua dari 2 hal di atas, perbedaan utama adalah waktu pertukaran. cara yang pertama dilakukan hanya
sekali yaitu saat transaksi, sehingga kalkulasi untung atau rugi bisa diketahui
saat itu juga. Sedangkan cara
yang kedua dilakukan 2 kali transaksi yaitu yang biasa dikenal dengan open dan close, yang waktunya berselang antara keduanya. Sebagai contoh untuk pair eur/usd; jika melakukan open beli (berarti menukar eur dengan usd) maka saat close berarti jual
kembali (artinya menukar kembali usd dengan eur) begitu juga sebaliknya
jika melakukan open jual (berarti
menukar eur dengan usd) maka saat close
berarti beli kembali (artinya menukar kembali usd dengan eur),
sehingga kalkulasi untung atau rugi hanya bisa diketahui setelah transaksi
close.
Meskipun
keduanya bertujuan sama untuk mendapatkan profit, namun cara yang kedua memerlukan analisa yang mendalam, yang biasanya
dinamakan analisa teknikal dan fundamental (rilis berita ekonomi). Hal ini dilakukan untuk memprediksi pergerakan
nilai mata uang ke depan. Pada saat
transaksi open (order) bila analisa
kita benar akan terjadi floating profit atau bila analisa kita salah akan
mengalami floating loss. Apabila keadaan
floating profit kita lakukan transaksi close (order) kita akan profit,
sebaliknya bila floating loss kita lakukan transaksi close kita akan rugi.
Analisa inilah yang paling sulit dipelajari
dalam trading forex. Karena sangat sulitnya sehingga banyak
yang mengundurkan diri sebab rugi terus menerus dan putus asa yang akhirny
gagal dalam trading forex. Sebaliknya
bagi yang terus menerus mempelajari dengan tekun dan sungguh-sungguh serta berusaha
keras untuk berhasil, ya pasti berhasil,
sesuai dengan pepatah arab ‘ man jadda wajada ‘ (barang siapa bersungguh-sungguh akan
menemukan). Atau pepatah jawa ‘ temen tinemu’ (bersungguh-sungguh
akan menemukan).
3 syarat sukses trading forex :
1. menguasai
money management (management risk - reward),
2. mempunyai
system / stratregi trading sendiri (menguasai
analisa teknikal - fundamental).
3. menguasai pengendalian diri dengan selalu mengikuti kemauan pasar forex (dilihat dari chart)
(bukan kemauan diri/ emosional).
ketiga hal tersebut di atas saling
terkait satu sama lain, saling melengkapi satu sama lain, tidak bisa dipisah
satu sama lain, penomoran 1, 2, 3 hanya
bertujuan untuk mempermudah mempelajarinya.
Money
management (management risk - reward),
Money management dalam forex ada 2
macam. Yang pertama money management antara uang tabungan kita di bank
dengan uang yang kita masukkan di akun perdagangan di broker. Yang
ke dua money management antara uang kita di akun perdagangan di broker
dengan uang yang kita tradingkan/ perdagangkan/ tukarkan di platform MT4
broker.
Untuk money management macam yang
pertama, sebaiknya kita masukkan ke akun
perdagangan di broker sebesar 3-10 % dari total uang tabungan kita di
bank. Untuk money management macam yang
ke dua, berapa yang akan kita tradingkan itu tergantung dari pengalaman kita
bertrading.
Money management yang akan kita
bahas adalah macam yang ke dua.
Sebagai ilustrasi 1 :
seorang trader mempunyai modal
$1000 yang direncanakan ditradingkan dengan 10x transaksi, artinya tiap transaksi berpeluang
resiko loss sekitar $100. Jika setiap transaksi menggunakan stop loss (Sl) 20
pips dan take profit (TP) 40 pips, maka peluang resiko loss adalah (tetap) $100
dan peluang profit adalah $200 ; artinya jika analisa salah maka open order
akan menderita loss (kerugian) $100, tapi jika analisa benar akan memeberikan profit $200. Jika dalam 10x
transaksi, analisa yang benar adalah 4x dan analisa yang salah 6x, maka masih
bisa profit (4x200 – 6x100) = $200. Jadi bagaimanapun ketepatan analisa mutlak
diperlukan. (tentang lot, margin, margin call, equity, balance
bisa dipelajari dan searching lewat internet).
Sebagai ilustrasi 2 :
seorang trader mempunyai modal
$1000 yang ditradingkan tanpa
money management yang benar , tidak
menggunakan stop loss/hedging/cut loss
(karena berharap pergerakan harga sesuai dengan keinginannya/ dibahas di no.3), yang hanya
menggunakan take profit (TP) atau cut profit.
Pada transaksi 1-9 analisa benar,
sehingga mendapatkan keuntungan total $1000 (keuntungan per transaksi
bervariasi). Namun pada transaksi ke 10
analisa salah, sehingga floating loss dan dibiarkan serta berharap pergerakan
harga kembali seperti open order
keinginannya, tapi ternyata pergerakan harga semakin jauh dari harapan,
sehingga floating loss semakin besar sampai
-$1500, baru sadar dan langsung di cut loss. Apa yang terjadi bila dikalkulasi,
ternyata mengalami kerugian ($1000-$1500) = -$500. Ini membuktikan, bahwa money management
mutlak diperlukan, padahal 9x analisa
transaksi benar, tapi bisa dihapus oleh hanya
sekali transaksi yang salah prediksi/ analisanya.
Sebagai ilustrasi 3 :
seorang trader mempunyai modal
$1000 yang ditradingkan dengan
money management yang benar , menggunakan
stop loss/cut loss dan take profit (TP)
atau cut profit. Pada transaksi 1-9 analisa benar, sehingga mendapatkan
keuntungan total $1000 (keuntungan per transaksi bervariasi). Namun pada transaksi ke 10 analisa salah,
sehingga floating loss, tapi menggunakan stop loss dengan dibatasi sampai -$250
akan terlikuidasi/ terclose. Apa
yang terjadi bila dikalkulasi, ternyata bisa mendapatka keuntungan ($1000 -
$250) = $750. Ini membuktikan, bahwa
money management mutlak diperlukan, dengan
9x analisa transaksi benar, dengan loss hanya sekali, karena salah prediksi/ analisanya, maka akan
memberikan keuntungan yang lebih besar.
Mengenai money management bagi
tiap-tiap trader berbeda tergantung dari metode/ cara trading forex yang
dipakai, apakah tipe scalping, tipe swing ataupun long term. Pada akhirnya Money management mengharuskan
menghitung antara risk – reward sehingga
tidak mengalami kerugian total (tidak punya dana lagi untuk di tradingkan).
Sistem trading/ Strategi trading (analisa teknikal - fundamental).
Sistem trading pada dasarnya
meliputi, kapan (pada harga berapa) kita masuk pasar / open posisi dan kapan
harus keluar pasar/ close posisi (baik itu take profit atau stop loss). Hal ini sangat berkaitan dengan fluktuasi naik
turunnya nilai mata uang.
Sistem/ Strategi trading mendasarkan
pada penguasaan analisa teknikal dari chart dan analisa fundamental dari rilis
berita ekonomi yang akan diriliskan atau hasil yang telah diriliskan. Strategi
ini bersifat personal karena masing-masing trader punya pemahaman dan pengalaman
yang berbeda selama trading. Tujuan
utama dari analisa adalah untuk meprediksi pergerakan harga naik atau turun
(trend naik atau trend turun) agar lebih tepat.
Sehingga strategi profitable yang
tepat bisa ditemukan. Tingkat ketepatan
ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan ‘jam terbang’ dari trader.
Semakin sering tepat analisa
pergerakan nilai mata uang akan semakin memberikan peluang besar keuntungan
besar dan cepat, begitu juga sebaliknya,
semakin sering salah analisa akan semakin memberikan kerugian yang sering. Hal inilah bagi orang awam yang menyamakan forex
dengan ‘judi’ karena tidak ada kepastian (uncertainty). Karena
tidak ada kepastian, maka selalu
pasang stop loss/ hedging atau langsung cut loss. Artinya jika salah analisa kerugian bisa
dibatasi.
Meskipun begitu dengan money
management yang benar dan tepat, analisa yang konsiten, tetap akan bisa
memberikan peluang keuntungan tapi kecil.
Dengan kata lain dalam trading forex sebenarnya tidak akan pernah rugi,
bila menggunakan money management yang benar dan tepat, sebaliknya tanpa money
management yang benar dan tepat maka akan mengalami kerugian besar. (bisa dibaca
illustrasi di money management).
Pada dasarnya nilai mata uang bila
dibandingkan dengan mata uang yang lainnya ada tiga kondisi, yaitu : menguat (trend naik), melemah (trend turun),
tetap (sideways). Ke 3 kondisi ini
dipengaruhi besarnya kekuatan (volume)
tukar jual dan tukar beli dari masing-masing mata uang. Mata uang yang mengalami tukar beli yang
besar (kuat) akan menguat, sebaliknya mata uang yang mengalami tukar jual yang
besar (kuat) akan melemah, sedangkan bila terjadi kondisi mata uang yang
mengalami tukar beli dan tukar jual yang sama-sama besar (kuat) akan terjadi
sideways.
Pembahasan hanya kita batasi pada 2
kondisi saja, yaitu : trend naik dan trend turun, karena 2 kondisi ini yang
bisa memberikan peluang untung atau resiko rugi. 2 kondisi ini yang perlu di analisa (teknikal
& fundamental). Bila menurut analisa
kita akan terjadi trend naik maka kita akan ‘open buy’, begitu juga sebaliknya bila menurut analisa
kita akan terjadi trend turun maka kita akan ‘open sell’. Analisa inilah yang paling super sulit dalam trading forex.
Analisa trend ini harus
dipilah-pilah mendasarkan pada time frame (TF) yang digunakan, yaitu TF M1, M5.
M15, M30, H1, H4, D1, W1, dan Mn ; masing-masing TF ini punya ‘kegunaan’
sendiri-sendiri. Trader pemula harus mencoba semua TF dan semua pair (pasangan
mata uang) yang sudah terkenal (terutama di akun demo dengan menambahkan
beberapa indicator), sehingga akan tahu kelebihan dan kekurangan bertrading di masing-masing
TF dan masing-masing pair. (Beberapa macam indicator serta penggunaannya
dan karakteristik masing-masing pair bisa dipelajari dan searching lewat
internet).
Pada akhirnya trader akan
menentukan kenyamanan dan memantapkan dirinya untuk bertrading dengan focus di pair tertentu dan lebih banyak
(memperhatikan) di TF yang disenangi dengan tetap memperhatikan TF yang lain serta
menggunakan beberapa indicator yang
sudah dipilih dan telah banyak dicobakan
sendiri.
Pada ujungnya akan terbentuk tipe
tradingnya : scalping, swing atau long term, yang lebih penting pada intinya
adalah untuk mendapatkan profit yang konsisten. (Jadi bukan
menentukan tipe trading dulu, tapi pelajari dan alami trading di semua TF,
kemudian pilih yang paling nyaman dan mantap untuk diri sendiri, pasti tipe trading akan terbentuk dengan
sendirinya).
Sebagai catatan, bahwa indicator akan terbentuk
setelah pergerakan harga. Artinya,
bahwa indicator terjadi setelah terjadinya perubahan harga. Makanya kalau hanya mendasarkan pada indicator, maka analisa pergerakan harga
akan sering terjadi kesalahan. (banyak indicator yang diperjual-belikan, tapi
masih tetap akan banyak kesalahan yang bisa terjadi). Untuk itu perlu juga konsep SBR (Support
become Resistant) dan konsep RBS (Resistant become Support).
Belajar trading di akun demo ini
lakukan sampai bisa profit minimal 100% dengan strategi (system) yang sudah di peroleh
(ditemukan) dan telah diuji minimal 3
kali transaksi . Selama belum bisa profit minimal 100% dengan strategi yang sudah ditemukan, jangan sekali-kali pindah ke akun real,
harus bersabar mengendalikan diri untuk tidak masuk ke akun real. (Sebagai pertimbangan mendingan tetap tidak
profit dari pada kehilangan uang di trading real).
Setelah tipe trading terbentuk dengan
ditemukannya strategi yang profitable dan
pencapaian profit minimal 100% di akun
demo bisa diperoleh , Cobalah masuk ke akun real dengan modal kecil (akun
cents) ; Rencanakan mulai sekarang modal
berapa dollar yang akan ditradingkan nanti, misal akan mentradingkan $1000,
maka gunakan $10 sehingga akan menjadi 1000 cents. Akun real
cents digunakan untuk memberikan aspek psikologi trading yang sesungguhnya, sehingga akan
lebih focus dan lebih bersungguh-sungguh dalam trading, dibandingkan dengan
akun demo.
Latih dan asah terus kemampuan trading yang sesuai dengan tipe
trading pilihannya dan strategi yang telah digunakan dengan
menggunakan akun cents. Mantapkan system/ strategi trading yang telah digunakan dan uji
berkali-kali, sehingga menjadi ‘ keterampilan ‘ yang tidak perlu
berpikir lagi (menganalisa lagi) begitu melihat chart, artinya
begitu melihat chart dan rilis berita yang akan dirilis, sudah mengetahui kapan saatnya (di harga berapa) open order
harus dilakukan dan berapa take profit/ stop loss yang aka di pasang.
Pindah ke akun real dollar setelah
bisa mendapatkan akumulasi profit minimal 30%.
Persentase di akun cent lebih kecil dibandingkan dengan akun demo a karena
sudah mengikutkan factor psikologis.
Di akun real, gunakan strategi yang
sudah teruji di akun cent, raup keuntungan yang sebesar-besarnya dari trading
forex. Withdraw terus menerus dengan
tetap menggunakan money management perbandingan antara uang tabungan (uang
untuk kebutuhan kehidupan) dan uang yang ditradingkan.
Pengendalian diri dengan selalu
mengikuti kemauan pasar forex / trend (dilihat
dari chart) (bukan kemauan diri/ emosional).
Pada dasarnya pengendalian diri
termasuk factor psikologis. Di sini kita
harus konsisten dan disiplin menggunakan
system/ strategi yang telah kita temukan dan gunakan.
Tiap trader pemula pasti ingin cepat
profit tanpa memperhatikan resiko
kerugian yang harus ditanggung, berapa banyak trader yang segera open order/
masuk pasar begitu lihat chart (padahal belum di analisa mendalam), akibatnya
segera floating loss.
Faktor psikologi di akun demo tidak
membebani, karena tidak pernah rugi secara riil, tapi tetap sangat diperlukan
untuk uji coba / trial and error dengan system/ strategi serta
pengembangannya. Di akun cents, factor
psikologi sudah mulai diasah, pada intinya jangan takut rugi/ loss setelah open
posisi yang sebelumnya telah dianalisa mendalam (tentunya dengan menggunakan
money management), andaikan rugi masih dalam bentuk cents. Disamping itu perlu kesabaran untuk melakukan
open order, tunggu di saat yang tepat setelah menganalisa teknikal dan
fundamental. Saat menunggu inilah yang
perlu kesabaran.
Ingin mencoba trading forex
dengan bimbingan bisa kirim email di bawah ini. FREE !
Sumber : dari
berbagai sumber terutama pengalaman.
Forex trader : rahasiarasahati@gmail.com