Kamis, 09 Juli 2015

TIP SUKSES TRADING FOREX (online)



TIP SUKSES TRADING FOREX (online)
Pengertian Trading, berarti perdagangan (jual beli/ tukar menukar) yang bertujuan utama untuk mendapatkan keuntungan (profit). Pada dasarnya trading forex sama dengan perdagangan umum yang lainnya, ada resiko rugi dan juga peluang untung.  Hanya saja resiko rugi atau peluang untung dalam trading forex jauh lebih cepat.  Selain itu di trading forex juga tidak ada kepastian (‘uncertainty’) pergerakan harga : naik (menguat), turun (melemah) atau sideways.  Tapi di sini yang ada adalah peluang untung bila bisa menjalankannya atau malah rugi bila tidak mampu menjalankannya.
Trading Forex
Menurut istilah forex  (foreign exchange) adalah tukar menukar mata uang asing. Tukar menukar mata uang asing (forex) pasti dilakukan  oleh dua belah pihak, bisa perseorangan atau lembaga berbadan hukum .  Forex  bisa dilakukan  dengan 2 cara, yang pertama dengan cara berhadapan-hadapan  mata uang  fisik dalam bentuk kertas/logam biasa dilakukan di ‘money changer’ atau secara non fisik (nilai mata uang di rekening) yang dilakukan di Bank, yang kedua melalui sarana media  yang lain biasanya rekening bank dengan cara transfer  (secara non fisik dalam bentuk nilai mata uang ).   Keduanya  (2 cara tersebut) dilakukan  antara kedua belah pihak dengan sepakat dan sama-sama rela pada nilai (harga) mata uang yang ditransaksikan (ditukarkan).  Biasanya  nilai mata uang disepakati  sesuai  dengan  harga  spot pasar internasional.  Dalam trading forex , tukar menukar  mata uang dilakukan secara  online dengan bank ataupun broker dengan menggunakan sarana internet (system MetaTrader /MT4).
Perbedaan utama waktu pertukaran (transaksi)
Antara cara yang pertama dan cara yang kedua dari 2 hal di atas, perbedaan utama adalah waktu pertukaran.  cara yang pertama dilakukan hanya sekali yaitu saat transaksi, sehingga kalkulasi untung atau rugi bisa diketahui saat itu juga.  Sedangkan  cara yang kedua dilakukan 2 kali transaksi yaitu yang biasa dikenal dengan open dan close, yang waktunya berselang antara keduanya.  Sebagai contoh untuk  pair eur/usd;  jika melakukan open beli (berarti menukar eur dengan usd) maka saat close berarti  jual  kembali (artinya menukar kembali usd dengan eur) begitu juga sebaliknya jika melakukan open jual (berarti menukar eur dengan usd) maka saat close berarti  beli kembali  (artinya menukar kembali usd dengan eur), sehingga kalkulasi untung atau rugi hanya bisa diketahui setelah transaksi close.
Meskipun keduanya bertujuan sama untuk mendapatkan profit, namun cara yang kedua memerlukan analisa yang mendalam, yang biasanya dinamakan analisa teknikal dan fundamental  (rilis berita ekonomi).  Hal ini dilakukan untuk memprediksi pergerakan nilai mata uang ke depan.  Pada saat transaksi open (order) bila analisa kita benar akan terjadi floating profit atau bila analisa kita salah akan mengalami floating loss.  Apabila keadaan floating profit kita lakukan transaksi close (order) kita akan profit, sebaliknya bila floating loss kita lakukan transaksi close kita akan rugi.
Analisa inilah yang paling sulit  dipelajari  dalam trading forex.  Karena sangat sulitnya sehingga banyak yang  mengundurkan diri  sebab rugi terus menerus dan putus asa yang akhirny gagal dalam trading forex.  Sebaliknya bagi  yang  terus menerus mempelajari  dengan tekun dan sungguh-sungguh serta berusaha keras untuk berhasil, ya pasti berhasil, sesuai dengan pepatah arab  ‘ man jadda wajada ‘  (barang siapa bersungguh-sungguh akan menemukan).  Atau pepatah jawa ‘ temen tinemu’ (bersungguh-sungguh akan  menemukan).
3 syarat sukses trading forex :
1.       menguasai money management (management risk - reward),
2.       mempunyai system / stratregi  trading sendiri  (menguasai  analisa teknikal - fundamental).
3.       menguasai  pengendalian diri  dengan selalu mengikuti  kemauan pasar forex (dilihat dari chart) (bukan kemauan diri/ emosional).
ketiga hal tersebut di atas saling terkait satu sama lain, saling melengkapi satu sama lain, tidak bisa dipisah satu sama lain, penomoran  1, 2, 3 hanya bertujuan untuk mempermudah mempelajarinya.
 Money management (management risk - reward),
Money management dalam forex ada 2 macam.  Yang pertama money management antara uang tabungan kita di bank dengan uang yang kita masukkan di akun perdagangan di broker.  Yang ke dua money management antara uang kita di akun perdagangan di broker dengan uang yang kita tradingkan/ perdagangkan/ tukarkan di platform MT4 broker.
Untuk money management macam yang pertama, sebaiknya kita masukkan ke akun  perdagangan di broker sebesar 3-10 % dari total uang tabungan kita di bank.  Untuk money management macam yang ke dua, berapa yang akan kita tradingkan itu tergantung dari pengalaman kita bertrading.
Money management yang akan kita bahas adalah macam yang ke dua.
Sebagai ilustrasi 1 :  seorang trader mempunyai modal  $1000 yang direncanakan ditradingkan dengan 10x  transaksi, artinya tiap transaksi berpeluang resiko loss sekitar $100. Jika setiap transaksi menggunakan stop loss (Sl) 20 pips dan take profit (TP) 40 pips, maka peluang resiko loss adalah (tetap) $100 dan peluang profit adalah $200 ; artinya jika analisa salah maka open order akan menderita loss (kerugian) $100, tapi jika analisa benar akan  memeberikan profit $200. Jika dalam 10x transaksi, analisa yang benar adalah 4x dan analisa yang salah 6x, maka masih bisa profit (4x200 – 6x100) = $200. Jadi bagaimanapun ketepatan analisa mutlak diperlukan. (tentang  lot, margin, margin call, equity, balance bisa dipelajari dan searching lewat internet).
Sebagai ilustrasi 2 :  seorang trader mempunyai modal  $1000 yang  ditradingkan tanpa money management yang benar ,  tidak menggunakan stop loss/hedging/cut loss  (karena berharap pergerakan harga sesuai dengan keinginannya/ dibahas di no.3), yang hanya menggunakan take profit (TP) atau cut profit.   Pada transaksi  1-9 analisa benar, sehingga mendapatkan keuntungan total $1000 (keuntungan per transaksi bervariasi).  Namun pada transaksi ke 10 analisa salah, sehingga floating loss dan dibiarkan serta berharap pergerakan harga kembali seperti  open order keinginannya, tapi ternyata pergerakan harga semakin jauh dari harapan, sehingga floating loss semakin besar sampai  -$1500, baru sadar dan langsung di cut loss.        Apa yang terjadi bila dikalkulasi, ternyata mengalami kerugian ($1000-$1500) = -$500.  Ini membuktikan, bahwa money management mutlak diperlukan, padahal  9x analisa transaksi benar, tapi bisa dihapus oleh hanya  sekali transaksi yang salah prediksi/ analisanya.
Sebagai ilustrasi 3 :  seorang trader mempunyai modal  $1000 yang  ditradingkan dengan money management yang benar ,   menggunakan stop loss/cut loss  dan take profit (TP) atau cut profit.   Pada transaksi  1-9 analisa benar, sehingga mendapatkan keuntungan total $1000 (keuntungan per transaksi bervariasi).  Namun pada transaksi ke 10 analisa salah, sehingga floating loss, tapi menggunakan stop loss dengan dibatasi sampai -$250 akan terlikuidasi/ terclose.        Apa yang terjadi bila dikalkulasi, ternyata bisa mendapatka keuntungan ($1000 - $250) = $750.  Ini membuktikan, bahwa money management mutlak diperlukan, dengan  9x analisa transaksi benar, dengan loss hanya  sekali, karena  salah prediksi/ analisanya, maka akan memberikan keuntungan yang lebih besar.
Mengenai money management bagi tiap-tiap trader berbeda tergantung dari metode/ cara trading forex yang dipakai, apakah tipe scalping, tipe swing ataupun long term.   Pada akhirnya Money management mengharuskan menghitung antara risk – reward  sehingga tidak mengalami kerugian total (tidak punya dana lagi untuk di tradingkan).

Sistem trading/ Strategi  trading (analisa teknikal - fundamental).          
Sistem trading pada dasarnya meliputi, kapan (pada harga berapa) kita masuk pasar / open posisi dan kapan harus keluar pasar/ close posisi (baik itu take profit atau stop loss).  Hal ini sangat berkaitan dengan fluktuasi naik turunnya nilai mata uang.  
Sistem/ Strategi trading mendasarkan pada penguasaan analisa teknikal dari chart dan analisa fundamental dari rilis berita ekonomi yang akan diriliskan atau hasil yang telah diriliskan. Strategi ini bersifat personal karena masing-masing trader punya pemahaman dan pengalaman yang berbeda selama trading.  Tujuan utama dari analisa adalah untuk meprediksi pergerakan harga naik atau turun (trend naik atau trend turun) agar lebih tepat.  Sehingga strategi profitable  yang tepat bisa ditemukan.  Tingkat ketepatan ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan ‘jam terbang’  dari trader.
Semakin sering tepat analisa pergerakan nilai mata uang akan semakin memberikan peluang besar keuntungan besar dan cepat,  begitu juga sebaliknya, semakin sering salah analisa akan semakin memberikan kerugian yang sering.   Hal inilah bagi orang awam yang menyamakan forex dengan ‘judi’ karena tidak ada kepastian (uncertainty).   Karena  tidak ada kepastian, maka selalu pasang stop loss/ hedging atau langsung cut loss.  Artinya jika salah analisa kerugian bisa dibatasi.
Meskipun begitu dengan money management yang benar dan tepat, analisa yang konsiten, tetap akan bisa memberikan peluang keuntungan tapi kecil.  Dengan kata lain dalam trading forex sebenarnya tidak akan pernah rugi, bila menggunakan money management yang benar dan tepat, sebaliknya tanpa money management yang benar dan tepat maka akan mengalami kerugian besar. (bisa dibaca illustrasi di money management).
Pada dasarnya nilai mata uang bila dibandingkan dengan mata uang yang lainnya ada tiga kondisi, yaitu :  menguat (trend naik), melemah (trend turun), tetap (sideways).   Ke 3 kondisi ini dipengaruhi  besarnya kekuatan (volume) tukar jual dan tukar beli dari masing-masing mata uang.  Mata uang yang mengalami tukar beli yang besar (kuat) akan menguat, sebaliknya mata uang yang mengalami tukar jual yang besar (kuat) akan melemah, sedangkan bila terjadi kondisi mata uang yang mengalami tukar beli dan tukar jual yang sama-sama besar (kuat) akan terjadi sideways.
Pembahasan hanya kita batasi pada 2 kondisi saja, yaitu : trend naik dan trend turun, karena 2 kondisi ini yang bisa memberikan peluang untung atau resiko rugi.  2 kondisi ini yang perlu di analisa (teknikal & fundamental).  Bila menurut analisa kita akan terjadi trend naik maka kita akan ‘open buy’,  begitu juga sebaliknya bila menurut analisa kita akan terjadi trend turun maka kita akan ‘open sell’.  Analisa inilah yang paling super sulit dalam trading forex.
Analisa trend ini harus dipilah-pilah mendasarkan pada time frame (TF) yang digunakan, yaitu TF M1, M5. M15, M30, H1, H4, D1, W1, dan Mn ; masing-masing TF ini punya ‘kegunaan’ sendiri-sendiri. Trader pemula harus mencoba semua TF dan semua pair (pasangan mata uang) yang sudah terkenal (terutama di akun demo dengan menambahkan beberapa indicator), sehingga akan tahu kelebihan dan kekurangan bertrading di masing-masing TF dan masing-masing pair.  (Beberapa macam indicator serta penggunaannya dan karakteristik masing-masing pair bisa dipelajari dan searching lewat internet).
Pada akhirnya trader akan menentukan kenyamanan dan memantapkan dirinya untuk bertrading dengan focus di pair tertentu dan lebih banyak (memperhatikan) di TF yang disenangi dengan tetap memperhatikan TF yang lain serta menggunakan beberapa  indicator yang sudah dipilih dan telah  banyak dicobakan sendiri.
Pada ujungnya akan terbentuk tipe tradingnya : scalping, swing atau long term, yang lebih penting pada intinya adalah untuk mendapatkan profit yang konsisten.  (Jadi bukan menentukan tipe trading dulu, tapi pelajari dan alami trading di semua TF, kemudian pilih yang paling nyaman dan mantap untuk diri sendiri, pasti tipe trading akan terbentuk dengan sendirinya).
Sebagai  catatan, bahwa indicator akan terbentuk setelah pergerakan harga.  Artinya, bahwa indicator terjadi setelah terjadinya perubahan harga.   Makanya kalau hanya mendasarkan pada indicator, maka analisa pergerakan harga akan sering terjadi kesalahan. (banyak indicator yang diperjual-belikan, tapi masih tetap akan banyak kesalahan yang bisa terjadi).  Untuk itu perlu juga konsep SBR (Support become Resistant) dan konsep RBS (Resistant become Support).
Belajar trading di akun demo ini lakukan sampai bisa profit minimal 100%  dengan strategi (system) yang sudah di peroleh (ditemukan) dan telah diuji  minimal 3 kali  transaksi .  Selama belum bisa profit minimal 100%  dengan strategi yang sudah ditemukan, jangan sekali-kali pindah ke akun real, harus bersabar mengendalikan diri untuk tidak masuk ke akun real.  (Sebagai pertimbangan mendingan tetap tidak profit dari pada kehilangan uang di trading real).
Setelah tipe trading terbentuk dengan ditemukannya strategi  yang profitable dan pencapaian profit minimal 100%  di akun demo bisa diperoleh ,   Cobalah  masuk ke akun real dengan modal kecil (akun cents) ;  Rencanakan mulai sekarang modal berapa dollar yang akan ditradingkan nanti, misal akan mentradingkan $1000, maka gunakan $10 sehingga akan menjadi  1000 cents.  Akun real  cents digunakan untuk memberikan aspek psikologi  trading yang sesungguhnya, sehingga akan lebih focus dan lebih bersungguh-sungguh dalam trading, dibandingkan dengan akun demo.   
Latih dan asah terus  kemampuan trading yang sesuai dengan tipe trading  pilihannya  dan strategi yang telah digunakan dengan menggunakan akun cents.   Mantapkan system/ strategi  trading yang telah digunakan dan uji berkali-kali, sehingga menjadi  keterampilan ‘ yang tidak perlu berpikir lagi (menganalisa lagi) begitu melihat chart,   artinya begitu melihat chart dan rilis berita yang akan dirilis, sudah mengetahui  kapan saatnya (di harga berapa) open order harus dilakukan dan berapa take profit/ stop loss yang aka di pasang. 
Pindah ke akun real dollar setelah bisa mendapatkan akumulasi  profit  minimal 30%.   Persentase di akun cent lebih kecil dibandingkan dengan akun demo a karena sudah mengikutkan factor psikologis.
Di akun real, gunakan strategi yang sudah teruji di akun cent, raup keuntungan yang sebesar-besarnya dari trading forex.  Withdraw terus menerus dengan tetap menggunakan money management perbandingan antara uang tabungan (uang untuk kebutuhan kehidupan) dan uang yang ditradingkan.

Pengendalian diri  dengan selalu mengikuti  kemauan pasar forex / trend (dilihat dari chart) (bukan kemauan diri/ emosional).
Pada dasarnya pengendalian diri termasuk factor psikologis.  Di sini kita harus konsisten dan disiplin menggunakan system/ strategi yang telah kita temukan dan  gunakan.   Tiap trader pemula pasti ingin cepat profit tanpa memperhatikan resiko kerugian yang harus ditanggung, berapa banyak trader yang segera open order/ masuk pasar begitu lihat chart (padahal belum di analisa mendalam), akibatnya segera floating loss. 
Faktor psikologi di akun demo tidak membebani, karena tidak pernah rugi secara riil, tapi tetap sangat diperlukan untuk uji coba / trial and error dengan system/ strategi   serta pengembangannya.  Di akun cents, factor psikologi sudah mulai diasah, pada intinya jangan takut rugi/ loss setelah open posisi yang sebelumnya telah dianalisa mendalam (tentunya dengan menggunakan money management), andaikan rugi masih dalam bentuk cents.  Disamping itu perlu kesabaran untuk melakukan open order, tunggu di saat yang tepat setelah menganalisa teknikal dan fundamental.  Saat menunggu inilah yang perlu kesabaran.
Ingin mencoba trading forex dengan bimbingan bisa kirim email di bawah ini. FREE !

Sumber  :   dari berbagai sumber terutama pengalaman.
Forex trader  :  rahasiarasahati@gmail.com